
Australia kaget dan cemas setelah mendapat konfirmasi bahwa masa tahanan pembuat bom Bali kembali dikurangi. Dalam serangan pada Oktober 2002 itu, 202 orang, termasuk 88 warga Australia, tewas bersama korban dari Indonesia, Inggris, Amerika dan negara-negara lain.
Patek adalah salah seorang yang paling ‘diburu’ di Asia. Ia buron selama hampir 10 tahun sebelum ditangkap di Pakistan. Para pejabat bersikeras dia telah dideradikalisasi.
Kementerian Kehakiman Indonesia harus memberi persetujuan akhir untuk pembebasannya.
Di Australia, ada kemarahan dan kecemasan bahwa salah seorang arsitek utama serangan Bali akan segera bebas.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengungkapkan kekhawatirannya dan mengatakan, “Ini akan menjadi keprihatinan bagi keluarga korban. Kami terus mengupayakan jalur diplomatik demi kepentingan Australia dan akan terus melakukannya dalam berbagai masalah yang berkaitan dengan keamanan dan terkait hukuman.”
Otak serangan bom Bali, Hambali, juga dikenal sebagai Encep Nurjaman, ditahan di Teluk Guantanamo, fasilitas Amerika di Kuba. Sejak 2006, ia menunggu persidangan. Tiga konspirator kunci lainnya dieksekusi pada November 2008. Lainnya dibunuh oleh polisi Indonesia sebelum diadili.
Bom Bali sangat memengaruhi Australia. Bali adalah tujuan wisata yang populer. Serangan itu menghancurkan rasa aman Australia yang terisolasi. Walaupun pemboman itu tidak terjadi di dalam negeri Australia, mereka merasa peristiwa itu sangat dekat.
Korban bom Bali berasal dari lebih 20 negara, mencakup Brasil, Jerman, Jepang, dan Selandia Baru.[VOA Indonesia/ka/lt]