Kendari – Geliat perekonomian pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Kendari, Sulawesi tenggara (Sultra) terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM) Kota Kendari Alda Kesutan Lapae menjelaskan berdasarkan data pada tahun 2019 jumlah UMKM di kota Kendari tercatat sebanyak 18.000 ribu lebih, mengalami kenaikan sebanyak 22 ribu pada masa pandemi Covid-19 dan pada tahun 2022 pasca pandemi tercatat mengalami peningkatan sebanyak 41.939 UMKM.
“Jumlah UMKM tersebut baik yang di data oleh teman – teman dinas perdagangan maupun melalui Online Data Sistem (ODS),” tutur Alda Kesutan Lapae di ruang kerjanya, Rabu (4/1/2023)
Alda menyampaikan, UMKM yang tercatat menggunakan izin, tercatat sebanyak 982 UMKM dan jumlah tersebut berdasarkan jumlah UMKM yang mengajukan izin melalui Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kota Kendari.
“Meningkatnya pelaku UMKM di kota kendari juga tidak lepas dari pelatihan – pelatihan yang dilakukan oleh pihaknya baik menggunakan DAK maupun APBD kota Kendari seperti pelatihan pengelolaan manajemen umkm agar produk yang dihasilkan diantaranya bisa go online, go internet, go global dan beberapa aplikasi lainnya,” ujarnya.
“Dengan adanya sistem digitalisasi tidak bisa terabaikan, karena yang sangat mempengaruhi UMKM itu adalah bagaimana caranya memasarkan produk mereka untuk bisa merubah bentuk produk mereka yang akan di tawarkan,” lanjutnya.
Alda Kesutan Lapae berharap dengan adanya pelatihan – pelatihan yang dilakukan kepada pelaku UMKM ini dapat lebih meningkatkan pemasaran UMKM dan hasil produksi yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian khususnya di kota Kendari. (Hengky-MNC Trijaya)